ZOLA : PEMPROV BANTU WARGA YANG BUTUH KURSI RODA, KAKI DAN TANGAN PALSU
05 2017

Kota Jambi, www.jejakkasus.info - Gubernur Jambi, H. Zumi Zola Zulkifli,S.TP,MA didampingi Kepala Dinas Sosial, Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadis Sosdukcapil) Provinsi Jambi, Arief Munandar,SE memberikan secara langsung bantuan berupa kaki palsu kepada korban kecelakaan, atas nama Ori (50) warga Simpang Pulai dan Herianto (40) warga Broni, bertempat di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Sabtu (29/04/2017) sore.

Gubernur Zola mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi membantu warga yang membutuhkan kursi roda, kaki palsu, dan tangan paslus. Untuk itu, Gubernur Zola menyampaikan, Pemprov Jambi melalui Dinas Sosdukcapil Provinsi Jambi mencari informasi kepada seluruh camat, lurah, dan kepala desa di Provinsi Jambi adanya masyarakat yang membutuhkan bantuan kaki palsu, kursi roda, dan tangan palsu.

“Ini bukan pertama kalinya Pemerintah Provinsi Jambi memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan seperti ini, kemarin di Kabupaten Merangin dan Kota Sungai Penuh kita juga sudah memberikan bantuan berupa kursi roda dan Pemerintah Provinsi Jambi terus mencari masyarakat yang membutuhkan bantuan di 11 kabupaten/kota se Provinsi Jambi,” tutur Zola.

Gubernur Zola mengharapkan agar bantuan dari Pemerintah Provinsi ini dapat membantu masyarakat yang membutuhkan untuk bisa menjalankan aktivitas sehari hari. “Saya menghimbau kepada camat, lurah dan kepala desa, apabila ada anggota masyarakatnya membutuhkan bantuan seperti kaki palsu, kursi roda dan tangan palsu, agar segera menyampaikan kepada Pemerintah Provinsi melalui Pemerintah Kabupaten/Kota untuk segera kami berikan bantuan,” ujar Zola.

Kadis Sosdukcapil Provinsi Jambi, Arief Munandar, SE mengungkapkan, Dinas Sosdukcapil Provinsi Jambi mempunyai program pemberian kaki palsu, kursi roda, dan tangan palsu kepada masyarakat Provinsi Jambi yang membutuhkan bantuan. “Kami telah mendata orang yang akan mendapatkan bantuan di 11 kabupaten/kota se Provinsi Jambi dan telah dilakukan pengukuran untuk bantuan kaki palsu dan tangan palsu,” ungkap Arief.

“Berdasarkan data yang kami peroleh, ada sebanyak 46 orang yang membutuhkan, dari 46 orang tersebut, sudah 36 orang yang diukur dan diserahkan secara langsung kepada yang membutuhkan, tinggal 10 orang lagi yang belum diserahkan karena masih dalam proses penyembuhan luka dan proses pengukuran,” ujar Arief

Arief mengatakan, proses pengukuran kaki palsu sangat penting karena yang diukur itu untuk ukuran sepatu, tinggi rendahnya, pas dengan kaki serta kenyamanan yang memakai untuk melakukan aktivitas sehari hari.

Warga yang menerima bantuan tersebut sangat senang, karena sebelumnya susah sekali untuk beraktivitas. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur yang telah memberikan bantuan kaki ini, sebelumnya saya sangat mengalami kesulitan sekali dalam melakukan aktivitas walaupun sudah menggunakan kaki palsu buatan sendiri, karena kaki palsu tersebut terbuat dari plat dan tidak elastis seperti yang telah diberikan ini,” kata Ori, warga yang menerima bantuan. ITA/HMS